Jogja,(Jogjareport.id)– Minat generasi muda terhadap investasi emas mulai terlihat dalam perkembangan pembiayaan emas PT BCA Syariah. Partisipasi Generasi Z dalam pembiayaan emas perseroan mencapai sekitar 19 persen. Untuk memperluas akses masyarakat, BCA Syariah menurunkan batas minimum pembiayaan emas dari 10 gram menjadi 5 gram serta menghadirkan layanan pengajuan melalui aplikasi mobile banking BSya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan merespons kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang semakin mudah diakses, khususnya melalui kanal digital. Selain menurunkan batas minimum pembiayaan, BCA Syariah juga memperluas pilihan emas yang dapat dibiayai, dari sebelumnya hanya emas Antam menjadi mencakup produk Galeri 24 dan Hartadinata.
Direktur BCA Syariah, Pranata, mengatakan emas masih memiliki daya tarik sebagai salah satu alternatif investasi jangka panjang. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, harga emas tercatat meningkat lebih dari 200 persen, meskipun pergerakannya tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global.
“Perkembangan tersebut membuka peluang bagi perseroan untuk memperluas layanan pembiayaan emas sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat dalam merencanakan keuangan. Penurunan batas minimum pembiayaan diharapkan dapat menjangkau nasabah yang ingin memiliki emas dengan jumlah pembiayaan lebih kecil,”ujarnya (28/10/26).
Kinerja bisnis pembiayaan emas BCA Syariah juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, nilai pembiayaan emas perseroan meningkat 81,76 persen, dari Rp329 miliar menjadi Rp598 miliar. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan berbasis emas.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, mengungkapkan bahwa Generasi Z telah mengambil bagian dalam pertumbuhan bisnis tersebut. Partisipasi kelompok usia ini mencapai sekitar 19 persen dari pembiayaan emas perseroan.
Kehadiran fitur Emas iB pada aplikasi BSya menjadi salah satu upaya untuk mempermudah akses nasabah terhadap layanan tersebut. Melalui kanal digital, nasabah dapat mengajukan pembiayaan tanpa harus memulai prosesnya dengan datang langsung ke kantor cabang.
Baca juga: Telkomsel Perkuat Hubungan Dengan Pelanggan Prestige Lewat Olahraga Padel
Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendekatkan produk keuangan syariah kepada generasi muda yang terbiasa memanfaatkan teknologi dalam aktivitas sehari-hari. Dengan batas minimum pembiayaan yang lebih rendah, masyarakat juga memiliki pilihan untuk menyesuaikan pengajuan dengan kemampuan dan perencanaan keuangan masing-masing.
Selain kemudahan pengajuan, perluasan pilihan produk emas turut memberikan fleksibilitas kepada nasabah. Jika sebelumnya pembiayaan hanya tersedia untuk emas Antam, kini nasabah dapat memilih emas Galeri 24 dan Hartadinata sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski menawarkan kemudahan akses dan pilihan produk yang lebih beragam, BCA Syariah tetap mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik pembiayaan emas. Pranata menekankan bahwa masyarakat perlu mempertimbangkan tujuan keuangan dan tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi.
Diversifikasi portofolio diperlukan agar pengelolaan keuangan tetap sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing. Nasabah juga perlu memahami akad pembiayaan, kewajiban pembayaran angsuran, serta risiko perubahan harga emas sebelum mengambil keputusan.
Melalui pengembangan layanan digital, penurunan minimum pembiayaan, dan perluasan pilihan produk, BCA Syariah berupaya memperluas jangkauan pembiayaan emas, termasuk kepada generasi muda. Namun, kemudahan akses tersebut perlu diimbangi dengan literasi keuangan agar nasabah dapat mengambil keputusan secara cermat dan bertanggung jawab.







