Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News
[wpm_lang_switcher]

Live Style · 3 Nov 2026 WIB ·

Tanda bahaya radiasi matahari pada kulit, hati-hati jangan sepelekan gejalanya


					Tanda bahaya radiasi matahari pada kulit, hati-hati jangan sepelekan gejalanya Perbesar

Tanda bahaya radiasi matahari pada kulit, hati-hati jangan sepelekan gejalanya

Ringkasan Berita:

  • Paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan flek hitam, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
  • Waspadai tahi lalat yang berubah bentuk, warna, ukuran, atau tekstur.
  • Segera periksa ke dokter jika kulit terasa panas, perih, melepuh, atau muncul bercak mencurigakan.

jogjareport.id – Paparan sinar matahari berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan kulit yang tidak boleh disepelekan.

Selain menyebabkan kulit terbakar atau sunburn, paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang juga dapat memicu munculnya flek hitam, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kerusakan kulit akibat radiasi matahari sejak dini.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. Putri Oktriana dari Perdoski Solo, menjelaskan bahwa salah satu tanda bahaya yang perlu diwaspadai adalah munculnya tahi lalat atau bercak kehitaman dengan bentuk dan karakteristik yang tidak normal.

“Tanda-tanda yang tidak boleh kita abaikan tentunya dari paparan sinar matahari yang berlebih itu kan, tadi ada resiko kanker kulit ya, resiko kanker kulit kita bisa mengenali” jelas dr. Putri dalam wawancara program Beauty Health di Kantor Tribunnews redaksi Solo, Jawa Tengah, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, perubahan pada tahi lalat maupun bercak kulit tertentu perlu mendapatkan perhatian, terutama jika disertai perubahan ukuran, bentuk, tekstur, atau keluhan lainnya.

Tanda Bahaya Kerusakan Kulit Akibat Paparan Matahari

Paparan sinar matahari berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kulit pada orang yang rentan.

Salah satu cara mengenali tanda yang mencurigakan adalah memperhatikan perubahan pada tahi lalat atau bercak kehitaman di kulit.

Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

1. Bentuk tahi lalat asimetris

Tahi lalat atau bercak kehitaman yang memiliki bentuk tidak simetris perlu diperhatikan, terutama jika salah satu bagiannya terlihat berbeda dengan bagian lainnya.

2. Tepi bercak tidak beraturan

Bercak yang memiliki tepian tidak rata, bergerigi, atau tampak tidak beraturan dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.

3. Warna tidak merata

Perubahan warna pada tahi lalat atau bercak, misalnya memiliki beberapa warna atau bagian yang lebih gelap dibandingkan area lainnya, perlu diwaspadai.

4. Ukuran terus bertambah

Bercak atau tahi lalat yang mengalami pembesaran atau perubahan ukuran sebaiknya tidak diabaikan.

5. Terjadi perubahan tekstur

Perubahan permukaan atau tekstur pada tahi lalat maupun bercak kulit juga perlu mendapatkan perhatian.

6. Terasa nyeri atau mudah terluka

Baca juga: Ini Dia Koleksi Terbaru Dani Paraswati. Klasik Tapi Mewah

Bercak yang terasa nyeri, mudah berdarah, atau mengalami luka yang sulit sembuh sebaiknya segera diperiksakan.

Dr. Putri mengingatkan agar masyarakat tidak menunda konsultasi apabila menemukan perubahan yang mencurigakan pada kulit.

Pasalnya, tanda-tanda tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya dan memastikan apakah berkaitan dengan kondisi yang lebih serius, termasuk kanker kulit.

Meski demikian, tidak semua tahi lalat atau bercak berwarna gelap merupakan kanker kulit. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Cara Melindungi Kulit dari Radiasi Sinar Matahari

  • Gunakan sunscreen

Aplikasikan tabir surya atau sunscreen dengan perlindungan spektrum luas, minimal SPF 30. Gunakan secara merata pada kulit yang terpapar dan ulangi pemakaian setiap dua jam saat berada di luar ruangan, serta setelah berenang atau berkeringat.

  • Gunakan topi pelindung

Topi dengan tepian lebar dapat membantu melindungi wajah, telinga, dan leher dari paparan sinar matahari.

  • Pakai pakaian tertutup

Gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit, seperti baju berlengan panjang atau pakaian dengan perlindungan UV.

  • Gunakan kacamata pelindung

Kacamata hitam dengan perlindungan UV dapat membantu melindungi mata dan area di sekitarnya.

  • Cari tempat teduh

Batasi paparan sinar matahari langsung, terutama ketika indeks UV tinggi. Perlindungan tetap diperlukan meskipun berada di tempat teduh.

  • Lakukan pemeriksaan kulit

Perhatikan perubahan pada tahi lalat, bercak, maupun kondisi kulit lainnya. Segera konsultasikan jika muncul tanda yang mencurigakan.

Kapan Harus Memeriksakan Kulit ke Dokter?

Masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tahi lalat atau bercak yang berubah bentuk, ukuran, warna, maupun tekstur.

Terlebih jika perubahan tersebut disertai rasa nyeri, perdarahan, mudah terluka, atau luka yang tidak kunjung sembuh.

Pemeriksaan juga diperlukan ketika kulit mengalami sunburn dengan keluhan berat, seperti lepuhan luas atau gejala yang mengarah pada dehidrasi.

Mengenali perubahan kulit sejak dini dapat membantu seseorang mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Dengan perlindungan dari sinar matahari serta pemeriksaan kulit secara berkala, risiko dampak buruk paparan sinar UV dapat ditekan.

Jangan menunggu hingga keluhan semakin parah.

Menjaga kesehatan kulit dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, yakni melindungi kulit setiap hari dan tidak mengabaikan perubahan yang terjadi.

(jogjareport.id/Oktavia WW)

Baca artikel menarik lainnya di jogjareport.id.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Jika Ingin Mencari Teman Dewasa, Lakukan Saja Ini !

1 November 2026 - 09:28 WIB

Kulit Gosong Usai Olahraga Outdoor? Waspadai Bahaya Sunburn Menurut Dokter Kulit

30 Oktober 2026 - 02:38 WIB

Kenali perbedaan sinar UVA, UVB, dan UVC serta dampaknya pada kulit

28 Oktober 2026 - 15:43 WIB

100 ucapan Hari Dokter Nasional, penuh semangat dan apresiasi

27 Oktober 2026 - 04:49 WIB

Sanggul Ukel Tekuk, Warisan Tata Rambut Perempuan Yogyakarta

8 Oktober 2026 - 06:44 WIB

Putri Ramadhani , Aroma Kopi dan Tradisi Busana Streetwear 

22 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Kopi
Trending di Fashion