BANTUL, JOGJAREPORT.ID – Auditorium Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi tempat ratusan aparatur sipil negara (ASN) mencari jodoh melalui kegiatan ta’aruf KORPRI Golek Garwo, Minggu (25/10/2026).
Tidak sekadar mempertemukan peserta yang masih lajang, kegiatan ini juga membekali mereka dengan edukasi kesehatan dan psikologi sebagai persiapan membangun rumah tangga.
Mengusung tema “Klik Hatinya, Pahami Kesehatannya, Rencanakan Masa Depannya”, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk merayakan HUT ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Antusiasme peserta mencari jodoh terlihat dari jumlah pendaftar melalui situs Golek Garwo yang mencapai sekitar 500 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah, tidak hanya Jawa, tetapi juga Kalimantan, Riau, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Usia peserta pun beragam, mulai 24 hingga 59 tahun.
Program ini merupakan bagian dari KORPRI Mantu, program Dewan Pengurus KORPRI yang membantu ASN, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), yang masih lajang untuk menemukan jodohnya melalui proses yang aman, terarah, positif, dan bermartabat.
Ajang ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah program serupa digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Mei 2026.

Bukan Sekadar Mencari Pasangan
Sejak awal acara, penyelenggara menempatkan kesiapan membangun hubungan sebagai bagian penting dari proses ta’aruf.
Ketua KAMADA Farmasi UAD, apt. Hendy Ristiono, S.Far., MPH. menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan kepada ASN untuk memperoleh bekal kesehatan dan psikologi sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Departemen Pengembangan Pelayanan Publik KORPRI Pusat sekaligus Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Dr. Munajat, Ph.D.
Baca Juga : Tips Sukses Menggelar Pernikahan Ala Nadin Amizah
Menurut dia, perhatian terhadap anggota KORPRI tidak semestinya berhenti pada urusan pekerjaan, tetapi juga menyentuh kehidupan pribadi mereka.
Harapannya, kegiatan ini dapat membantu peserta menemukan pasangan yang cocok sekaligus mempersiapkan keluarga yang sehat dan harmonis.
Proses ta’aruf dipandu langsung Ketua Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Yogyakarta dan Nikah Bareng Nasional, H. Ryan Budi Nuryanto, S.E., bersama timnya.
Peserta terlebih dahulu melakukan registrasi ulang. Setelah dinyatakan lengkap, mereka memperoleh stiker identitas sebelum memasuki auditorium untuk mengikuti rangkaian perkenalan.
Dengan memanfaatkan aplikasi dan situs resmi golekgarwo.id, peserta mendapatkan kesempatan memperkenalkan profil diri secara bergantian. Mereka kemudian mengenali calon pasangan, bertukar nomor telepon, dan mengikuti sesi untuk menemukan kecocokan.
Suasana auditorium berlangsung hangat. Tepuk tangan peserta terdengar ketika beberapa orang mulai menemukan kecocokan dan menyatakan kesiapan melangkah menuju pernikahan.
Baca Juga :JDWF 2026, Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Pernikahan
Dari Ta’aruf Menuju Pelaminan
Keberhasilan program sebelumnya turut memberikan gambaran bahwa pertemuan semacam ini dapat berlanjut ke jenjang pernikahan.
Baca juga: Relawan Warung Shodaqoh Hadir di Tengah Aksi Mahasiswa
Dalam kegiatan tersebut hadir Ika Fitri, 29 tahun, dan Andy Rachman, 38 tahun. Keduanya merupakan ASN asal Sragen yang bertemu melalui KORPRI Golek Garwo.
Menurut keterangan penyelenggara, keduanya langsung menemukan kecocokan ketika mengikuti kegiatan tersebut. Setelah menjalani proses perkenalan keluarga selama sekitar satu bulan, mereka memantapkan diri untuk mengikuti KORPRI Mantu.
Penyelenggara menjadwalkan acara pernikahan bersama tersebut pada 2 Desember 2026 di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Munajat mengajak peserta yang menemukan kecocokan agar tidak berhenti pada perkenalan. Mereka diharapkan berani mengambil langkah berikutnya dengan tetap mempertimbangkan kesiapan pribadi dan keluarga.
Peserta yang berminat mengikuti proses pernikahan dalam program KORPRI Mantu dapat berkoordinasi dengan FORTAIS selaku penyelenggara.
Ketua FORTAIS Ryan Budi Nuryanto SE menyatakan kegiatan ini diselenggarakan guna membantu para ASN menemulan jodohnya. Karena bersifat sosial maka fasilitas tersebut gratis dan terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia.
” Semuanya gratis tanpa biaya, karena niat kita membantu sesama, guna mewujudkan keluarga yang sakinah. ” ujar Ryan disela-sela kegiatan
Membangun Keluarga untuk Masa Depan
Bagi Ryan , acara KORPRI Golek Garwo imi bukan semata-mata kegiatan perjodohan. Program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan keluarga yang sejahtera di tengah tantangan ekonomi dan perubahan pandangan masyarakat terhadap pernikahan.
Untuk itu Ryan menilai, narasi di media sosial mengenai generasi muda yang takut menikah perlu diimbangi dengan upaya memberikan pemahaman bahwa pernikahan dapat menjadi tujuan hidup yang diinginkan, sepanjang dijalani dengan kesiapan dan tanggung jawab.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan sejak menentukan niat, memilih pasangan, membangun komunikasi, hingga mempersiapkan kehidupan setelah menikah.
” Penguatan ketahanan keluarga perlu melibatkan berbagai pihak, terutama di tengah perhatian terhadap penurunan angka pernikahan dan tingginya angka perceraian.” tegasnya.

Ryan berharap, melalui kolaborasi KORPRI, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, KAMADA Farmasi UAD, FORTAIS Yogyakarta, dan Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI), kegiatan ini dapat membuka ruang bagi ASN untuk membangun hubungan yang sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga : Unik, 11 Pasangan Menikah Di Atas Tangki Air,
Ta’aruf KORPRI Golek Garwo pun menawarkan pendekatan yang lebih terarah dalam mencari pasangan: bukan hanya menemukan orang yang cocok, melainkan juga menyiapkan diri untuk menjalani kehidupan bersama.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diperoleh melalui akun Instagram @nikahbareng dan @golek_garwo serta nomor WhatsApp panitia 0851-3664-8637. 🌺







