Modus Berkedok Pengembalian Dana Transaksi.
YOGYAKARTA, JOGJAREPORT.ID – Penyanyi Hellarius Daru Indra Jaya yang dikenal dengan nama Ndarboy nyaris menjadi korban penipuan transaksi online. Pengalaman tersebut diungkapkan melalui video yang diunggah di media sosialnya.
Menurut Daru, peristiwa ini bermula ketika Ndaru tertarik membeli barang yang diiklankan melalui TikTok dengan harga Rp180.000. Setelah melakukan pemesanan, ia justru dihubungi seseorang wanita menggunakan nomor telepon tak dikenal yang mengaku terkait dengan transaksi tersebut.
Orang tersebut menyampaikan informasi bahwa resi pesanan Ndaru tertukar. Dengan alasan itu, pelaku menawarkan pengembalian dana atau refund atas transaksi yang telah dilakukan.
Namun, proses pengembalian uang yang ditawarkan justru memunculkan kecurigaan. Ndaru diminta memberikan kode QRIS untuk menerima pengembalian dana dan diminta untuk mengikuti instruksi dari orang tersebut.
Hal ini justru menimbulkan kecurigaan sehingga dia tidak langsung mengikuti instruksi dari nomor tak dikenal itu.
Baca Juga :Dari Rp.0, Konser Amal Musisi Jogja Kumpulkan Donasi Rp.800,6 Juta.
Curiga dengan Mekanisme Refund
Ndaru menilai permintaan kode QRIS dalam proses pengembalian dana merupakan sesuatu yang tidak lazim.
Ia mempertanyakan mekanisme yang ditawarkan pihak tersebut. Sebab, berdasarkan pemahamannya, pembatalan transaksi online biasanya tidak dilakukan dengan meminta pelanggan memberikan kode QRIS melalui komunikasi pribadi.
“Awalnya saya tertarik dengan barang yang diiklankan di TikTok seharga Rp180.000. Setelah melakukan pemesanan, saya dihubungi nomor tidak dikenal yang mengatakan resi tertukar dan dana akan dikembalikan,” demikian inti pengalaman yang disampaikan Ndaru dalam video media sosialnya.
Kecurigaan semakin kuat ketika pihak yang menghubunginya meminta kode QRIS dengan alasan untuk memproses pengembalian uang.
“Di situ saya mulai curiga. Biasanya kalau pembatalan transaksi online, pengembalian dana tidak dilakukan dengan cara seperti itu,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut membuat Ndaru memilih berhati-hati sebelum memberikan informasi atau mengikuti instruksi yang disampaikan pihak tak dikenal.
Baca juga: Lima Fakta Menarik tentang Retinol, Bahan Skincare Favorit Milenial
Pernah Mengalami Modus Serupa
Kewaspadaan Ndaru bukan tanpa alasan. Ia mengaku pernah menjumpai kasus dengan modus yang hampir serupa yang dialami orang lain.
Karena kurang waspada orang tersebut akhirnya justru kehilangan seluruh simpanannya.
Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi Ndaru untuk tidak mudah percaya terhadap komunikasi yang mengatasnamakan penjual, marketplace, maupun pihak yang menawarkan pengembalian dana.
Apalagi, transaksi online kini semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform. Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap pihak yang memanfaatkan kepercayaan konsumen.
Baca Juga :Duta Ngopo dan Kehausan Eksistensi di Era Medsos
Waspada Transaksi Online
Sehubungan dengan hal itu, Ndaru mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika bertransaksi di marketplace maupun platform perdagangan online.
Ia mengimbau netizen tidak terburu-buru mengikuti permintaan pihak yang menghubungi menggunakan nomor tidak dikenal, terutama jika berkaitan dengan pembatalan pesanan atau pengembalian dana.
“Pesan saya kepada netizen, hati-hati kalau melakukan transaksi online di marketplace. Jangan mudah percaya jika ada pihak yang menghubungi dan meminta sesuatu yang tidak biasa,” pesannya. (*/)







