Menang 47 Suara dalam Dua Putaran
CIKARANG, JOGJAREPORT.ID – Andri Sudibyo akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Teknisi Refrigerasi dan Tata Udara Indonesia (PTRTU) periode 2027- 2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) II yang berlangsung di Graha Pariwisata, Cikarang, Bekasi, Sabtu (7/11/2026).
Andri meraih kemenangan setelah melalui pemungutan suara dalam dua putaran dengan perolehan 47 suara. Kemenangan tersebut disambut gemuruh para pendukungnya yang hadir dalam forum nasional organisasi teknisi refrigerasi dan tata udara tersebut.
Usai dinyatakan terpilih, Andri langsung dikukuhkan sebagai ketua umum terpilih dan menerima amanah panji PTRTU dari Ketua Umum sebelumnya, Hidayatullah, S.T.

Prosesi penyerahan panji menjadi simbol peralihan kepemimpinan sekaligus amanah untuk melanjutkan perjalanan organisasi selama empat tahun ke depan.
Dalam pidato kemenangannya, Andri menegaskan kemajuan PTRTU tidak hanya bergantung pada ketua umum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh anggota.
“Mari kita bekerja bersama agar organisasi ini bisa semakin maju dan berkembang,” ujar Andri di hadapan peserta Munas.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmennya untuk membangun organisasi melalui kerja sama, kebersamaan, dan partisipasi seluruh anggota.
Pemilihan Berlangsung Dua Putaran
Ketua Pelaksana Munas II PTRTU, Andri Sudibyo, sebelumnya menjelaskan bahwa Munas merupakan agenda rutin organisasi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.
Sekitar 500 peserta dari 30 Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat provinsi menghadiri kegiatan tersebut.
Menurut Andri, pemilihan ketua umum kali ini menggunakan mekanisme voting, berbeda dengan Munas pertama yang menerapkan musyawarah mufakat.
“Yang jelas Munas II ini kegiatan rutin kita, per empat tahun sekali. Dan hari ini menentukan ketua umum yang baru untuk membangun PTRTU akan lebih baik lagi,” kata Andri sebelum pemilihan berlangsung.

Perubahan mekanisme pemilihan dilakukan agar keputusan mengenai kepemimpinan organisasi benar-benar mencerminkan pilihan perwakilan daerah.
“Di sini kita tidak menggunakan musyawarah mufakat karena kita mau benar-benar riil dari hati nurani anggota, siapa yang akan memimpin empat tahun ke depan,” ujarnya.
Calon ketua umum harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain menjadi anggota PTRTU minimal tujuh tahun, pernah menjadi pengurus DPD, serta memiliki loyalitas terhadap organisasi.
PTRTU Miliki 1.023 Anggota Aktif
Dalam laporan kepengurusan, Ketua Umum DPP PTRTU Indonesia sebelumnya, Hidayatullah, S.T., memaparkan perkembangan organisasi, program kerja, serta tantangan yang perlu diselesaikan kepengurusan mendatang.
PTRTU tercatat memiliki 1.023 anggota aktif yang terdaftar dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
Pada bidang pendidikan dan pelatihan, sebanyak 577 anggota telah memperoleh sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) level 3 dan level 4.
Baca juga: Kemusuk Berdarah Diperingati, Sejarah Soeharto Diungkit

Organisasi juga membina 15 instruktur metodologi dan enam asesor kompetensi. Kerja sama pendidikan dan pelatihan dilakukan dengan 11 SMK di Jakarta, Lampung, Yogyakarta, dan Cikampek, serta perguruan tinggi ITERA dan Unila.
Kemitraan turut dijalin dengan sejumlah balai latihan kerja, termasuk BBVP Bekasi, BLK Serang, dan Bogor.
Baca Juga : Penjualan AC Midea di Yogyakarta Naik 40 Persen
Dorong Profesionalisme dan Kesejahteraan Anggota
Selain peningkatan kompetensi, PTRTU mengembangkan program pemberdayaan usaha anggota.
Melalui divisi pengembangan usaha, organisasi memberikan fasilitas pendirian legalitas badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) maupun usaha perorangan secara gratis kepada 157 anggota.
PTRTU juga merintis kemitraan jaringan teknisi resmi dan program garansi bersama dengan sejumlah produsen, di antaranya Daikin, Panasonic, dan Gree.
Pelatihan digitalisasi bengkel serta manajemen keuangan diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Lampung, dan Semarang.
Di bidang administrasi, PTRTU mengembangkan sistem keanggotaan terpadu melalui situs resmi organisasi. Divisi humas dan legal juga melakukan penelaahan dokumen kerja sama dengan kementerian serta penyusunan dan peninjauan AD/ART.
Hidayatullah turut memaparkan sejumlah kendala organisasi, mulai dari pembentukan DPD yang belum tuntas di seluruh provinsi, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga ketergantungan pendanaan pada iuran anggota.
Kepengurusan mendatang direkomendasikan menuntaskan konsolidasi daerah, terutama di wilayah Aceh dan Papua Barat, mengembangkan sistem informasi keanggotaan berbasis aplikasi, serta memperluas kemitraan usaha dan akses modal bagi anggota.

Baca Juga : Musda Ke-2 PTRTU DIY, Dorong Peningkatan Sertifikasi Teknisi Berwawasan Lingkungan
Terpilihnya Andri Sudibyo diharapkan menjadi babak baru bagi PTRTU untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi teknisi, serta memperluas jaringan usaha dan kesejahteraan anggota.
Pesan Andri dalam pidato kemenangannya menjadi penegasan bahwa kemajuan organisasi bukan semata-mata tanggung jawab ketua umum, melainkan hasil kerja bersama seluruh anggota PTRTU.







